Senin, 22 Juni 2015

Tuhan tahu yang terbaik

Detik itu, tepat hari perpisahan SMA ku, tekadku pun muncul dari berbagai sudut ruang hati... Aku ingin menjadi bagian orang penting di dalam keluargaku, aku ingin menjadi sosok anak yang dapat diandalkan oleh orang-orang terdekatku..dan begitu banyak hal yang aku harapkan hingga tak bisa aku celotehkan di setiap tarian jemariku ini,Ra.

Ra, ketika semua pilihan tersudut padaku, tentunya aku memilih yang paling terbaik bukan ? Namun pilihan itu tidak berlaku, aku seperti bagian bidang catur yang setiap langkahnya harus ditentukan ! Katanya,mereka selalu tahu yang terbaik untukku, padahal yang menjalani diriku sendiri,bukan kamu,dia,atau mereka.

Ra, jangankan menuntut hak dari mereka. Bahkan meminta sedikit waktu luang mereka untuk bercanda ria denganku pun itu mustahil. Namun nyatanya aku harus menuruti kata apapun yang keluar dari mulut mereka, suka tidak suka harus suka, dan bisa atau tidak bisa aku harus 'bisa'.

Hatiku menggerutu Ra,ingin mengatakan pada mereka 'cobalah mengerti,jangan hanya menghakimi,berkomunikasi dengan baik dan sesekali mengalah dengan mencari solusi, bukan hanya menuntut solusi'. Namun nyatanya perkataan hati itu selalu berbalik pada diriku sendiri,Ra.

Mungkin aku terlalu bodoh,Ra. Terlalu mendramatisir keadaan, karena seiring berjalannya waktu.... Aku menikmati hidup ini, sungguh Tuhan selalu memberikan jalan terbaik untukku.. !!! Alhamdulillah hariku tak pernah lepas dari rasa syukur.

Hariku padat terisi,Ra. Hingga aku tak pernah memperdulikan kesehatan. Mungkin aku terlalu menikmati hidup,aku sibuk,aku terlalu asyik dengan duniaku sendiri,Ra. Hingga suatu titik teguran menyadarkanku...
'Materi memang penting,tapi dia bukan segalanya,,nyatanya kesehatanlah yang paling penting'. Kan ?

Berbicara tentang 'kesehatan' Ra, semua orang pasti ingin terhindar dari berbagai macam penyakit. Aku yakin tidak seorang pun manusia di dunia ini yang tidak sedih ketika ia diagnosa dokter sakit parah, ia pasti sedikit lemah, bahkan ada yang putus asa, dan berbagai macam penyesalan yang ia utarakan ketika ia jatuh sakit. Padahal bukankah sakit itu penggugur dosa-dosa kita,Ra..?? Bukankah segala penyakit pasti ada obatnya ?

Ra, ternyata rejeki itu bukan hanya materi ya..!!! Diberi kesehatan itu luar biasa nikmatnya, dikirimkan orang-orang baik disekeliling kita lengkaplah sudah. Alhamdulillah..rasa syukurku tiada henti untuk sang pencipta.. I love Alloh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar