Padahal uang bukan segalanya, tapi banyak orang yg mengorbankan kesehatannya "hanya demi uang" lalu dia mengorbankan uangnya demi kesehatan.
Membingungkan bukan? Bahkan banyak orang tua yg menghabiskan waktunya dikantor "hanya demi uang" tanpa sadar anaknya dirumah selalu menunggu orang tuanya pulang.
Lucu sekali bukan, ketika semua kebutuhan sudah tercukupkan oleh suaminya, tapi sang istri masih saja sibuk menghabiskan waktunya untuk mencari uang.
Dengan santainya aku kirim SMS pada ibuku tercinta yang sedang bekerja di kantornya. "Ibu,apa yang ibu cari?"
Wow langsung dibalas:
"Cari uang"
Oh yaa ? Saya kirim lagi SMS:
"Uang ibu hilang?"
Tak ada jawaban. Hmm tentu saja, ibu kan sibuk cari uang (HARI SENIN)
Wow langsung dibalas:
"Cari uang"
Oh yaa ? Saya kirim lagi SMS:
"Uang ibu hilang?"
Tak ada jawaban. Hmm tentu saja, ibu kan sibuk cari uang (HARI SENIN)
Aku jenuh sekali dirumah karena hari itu masih liburan semester,jadi aku tidak pergi ke sekolah. Tiba-tiba aku rindu pada ibuku, padahal baru tadi pagi bertemu dan sarapan bersama.
Kadang aku suka berpikir, "anehhh ya, mereka selalu sibuk dengan dunia mereka masing-masing, sebenarnya apa sih yg mereka cari?" Yang pasti bukan mencari aku, celotehku haha 'Yaaa jelas ngapain aku dicari-cari orang ada dirumah' wkwk
Aku pun pergi, mengajak kakak sepupuku yang sedang asyikkk bermain game dari tadi di ruang tv.
Tidak terasa kita sudah melewati Hotel Hotman. Hotel kebanggaan warga Bandung, yang warga Bandung-nya sendiri belum tentu pernah menginap disana.
Tidak terasa kita sudah melewati Hotel Hotman. Hotel kebanggaan warga Bandung, yang warga Bandung-nya sendiri belum tentu pernah menginap disana.
Motor pun belok kanan ke arah jalan yang saya lupa lagi namanya. Oh ingat, jalan Cikapundung. Iya, kita melewati jalan situ yang ada gedung Asia Afrika-nya, yang ada sungai Cikapundung-nya. Disana, tepatnya di pertigaan jalan. Macet terus-terusan "Bandung kalo sepi enak ya, ka?" Ucapku sambil meregangkan tangan ke atas tandanya pegal, eh lelah maksudnya kode biar dipijitin sama si kaka hehe
"Iya. Ga macet" jawabnya ketus mungkin baper kepanasan, karena muka si kaka selalu memerah kalo kepanasan.
"Sekarang, bandung sudah banyak mobilnya, ka! Motor apalagi. Suka aneh deh, mereka itu pada mau kemana sih? Ga bisa apa diam dirumah, nemenin lemari? Bikin macet aja. Kalau aku kan jelas ada keperluan, mau ke kantor ibu'"
"Mereka juga ada perluuuuuu" ucapnya sambil tertawa haha.
"Sekarang, bandung sudah banyak mobilnya, ka! Motor apalagi. Suka aneh deh, mereka itu pada mau kemana sih? Ga bisa apa diam dirumah, nemenin lemari? Bikin macet aja. Kalau aku kan jelas ada keperluan, mau ke kantor ibu'"
"Mereka juga ada perluuuuuu" ucapnya sambil tertawa haha.
Akhirnya kita sampai di kantor ibuku bekerja, kita parkir motor ditempat orang lain yang juga sama parkir. Tak ada tempat khusus untuk parkir motor direktur atau pejabat tertentu karena direktur atau pejabat biasanya tidak pernah pake motor.
Sebenarnya bukan karena tidak punya, orang kaya pastilah punya, tapi mereka tidak mau pake motor. Karena? Karena takut jatuh, maksudnya takut nanti jatuh wibawanya, padahal di mata rakyat, justru itu yang keren. Lebih merakyat daripada naik mobil mewah dan pakai sirine, itu seperti ambulance. Ambulance? Yaaa, ambulance.. tapi membawa orang yang sudah mati nuraninya.
"Bu bisa ke lobby sebentar? aku di kantor ibu, Penting!" ku kirim SMS lagi sambil menunggu ibu turun ke lobby untuk menemuiku.
Tanpa membalas SMS,tiba-tiba ibu sudah berdiri di depanku dan kakak sepupuku.
Tanpa membalas SMS,tiba-tiba ibu sudah berdiri di depanku dan kakak sepupuku.
"Memangnya ayah belum pulang? Nih, cukup?" Ucap ibuku sambil memberikan uang jajan. Ibu memang paham sekali kalo anaknya sedang ingin kuliner shopping dkk.
Padahal aku tidak meminta, aku hanya rindu padanya, tapi namanya dikasih uang... masa harus ditolak? Hehe
Padahal aku tidak meminta, aku hanya rindu padanya, tapi namanya dikasih uang... masa harus ditolak? Hehe
"Ibu sama ayah nanti pulang cepet kan? aku rindu kita makan bersama di luar" ucapku memohon dengan manjanya.
"Kalo ibu sama ayah tidak lembur ya sayang" jawab ibu seakan menolak ajakku karena kesibukan mereka selalu lembur di kantor.
"Kalo ibu sama ayah tidak lembur ya sayang" jawab ibu seakan menolak ajakku karena kesibukan mereka selalu lembur di kantor.
Aku hanya tersenyum padahal hati ini menangis, bagaimana bisa di hari specialku, jangankan meluangkan waktu sedikit untukku, mereka bahkan lupa mengucapkan sepatah kata pun untukku.
Harus senyum lebaaaarr yang paling manis biar ga nangis huhuhu Sok tegar? Sok kuat deh? Padahal hati ga sehat! Hahaha
Mereka pikir bahagia itu hanya pake uang? Aku juga butuh waktu mereka. Ehh tapi waktu mereka kan mahal aku tidak sanggup membelinya. Celotehku dalam hati
Mereka pikir bahagia itu hanya pake uang? Aku juga butuh waktu mereka. Ehh tapi waktu mereka kan mahal aku tidak sanggup membelinya. Celotehku dalam hati
Lalu aku pulang, yaaa pulang dari kantor ibuku karena tidak bisa berlama-lama disana, jelas saja... kalo aku lama disana nanti aku diusir sama security nyaa karena kelamaan, mending kalo security nyaa ganteng muda baik hati kan lumayan cuci mata, gimana kalo security nya galak tinggi gede sudah berumur ahh semakin badmood hehe
Waktu begitu cepat berlalu, setelah kuliner beli ini itu akhirnya capek juga, lalu bergegas pulang ke rumah karena hari sudah sore, tentu saja pulang bersama sepupuku yang sedari tadi setia menemaniku. Yaaa dia memang cantik dan setia sekali, karena memang nama lengkapnya juga Rosi Dwi Setia jadi dia tetap setia, tidak akan pernah selingkuh seumur hidupnya, masa iyaaa namanya jadi Rosi Dwi Selingkuh, kan?? hehe
Tiba dirumah,lalu bad mood lagi. Maklum lah gadis hanya lupa ke-badmood-an nya saat kuliner atau jalan di mall atau kumpul kocak sama teman-teman dan orang tersayang saja, setelah tiba dirumah badmood nya kambuh lagi.
Jelas saja. Apa artinya rumah jika tidak lagi menjadi pelabuhan yang ramah bagi seorang anak? Benarkah dongeng seorang anak harus mati agar dongeng orang tua mendapatkan kehidupan mewah?
Pertanyaan yang mendera "jika cinta bisa membuat seorang anak bahagia dirumah, kenapa orang rumah tidak cukup membuat anak cinta akan waktu kebersamaan di rumah?"
Aku terdiam lama, dan... menangis..
Aku terkejut ketika banyak bunga mawar berserakan dilantai seakan petunjuk jalan dari ruang depan hingga ruang keluarga. Siapa sangka saat masuk ke ruang meja makan, banyak makanan kesukaanku,namun ruangan begitu gelap, hanya remang-remang gemerlap lilin-lilin putih yang bersinar.
"Happy Birthday" teriak kedua orang tua-ku, mereka taruh kue tart dan kadonya di meja makan, lalu.. ayah dan ibu memelukku dari belakang, aku menangis haru ternyata mereka masih ingat akan hari ulang tahunku.
Ini kejutan besar,jika ada kata selain "bahagia dan romantis" mungkin aku lebih membutuhkan itu! ini hadiah ulang tahun terindah, mereka ada untukku, mereka menyempatkan waktu untukku,waktu mereka tidak mahal lagi, Terimakasih Yaaa Allah, semoga akan selalu seperti ini. Skenario yang sulit namun menakjubkan. I love my parent, i love Allahπππ
Yukkk buat para ibu,para wanita-wanita sukses yg tangguh atau pun calon-calon wanita karir. Selalu sempatkan waktunya sedikit saja buat keluarga tercinta yaaaa... sesibuk apapun itu, karena itu PENTING sekali, waktu ga bisa dibeli dengan uang atau apapun, "uang memang penting, tapi dia bukan segalanya" kan??
π
π



