Detik itu, tepat hari perpisahan SMA ku, tekadku pun muncul dari
berbagai sudut ruang hati... Aku ingin menjadi bagian orang penting di
dalam keluargaku, aku ingin menjadi sosok anak yang dapat diandalkan
oleh orang-orang terdekatku..dan begitu banyak hal yang aku harapkan
hingga tak bisa aku celotehkan di setiap tarian jemariku ini,Ra.
Ra, ketika semua pilihan tersudut padaku, tentunya aku memilih yang
paling terbaik bukan ? Namun pilihan itu tidak berlaku, aku seperti
bagian bidang catur yang setiap
langkahnya harus ditentukan ! Katanya,mereka selalu tahu yang terbaik
untukku, padahal yang menjalani diriku sendiri,bukan kamu,dia,atau
mereka.
Ra, jangankan
menuntut hak dari mereka. Bahkan meminta sedikit waktu luang mereka
untuk bercanda ria denganku pun itu mustahil. Namun nyatanya aku harus
menuruti kata apapun yang keluar dari mulut mereka, suka tidak suka
harus suka, dan bisa atau tidak bisa aku harus 'bisa'.
Hatiku
menggerutu Ra,ingin mengatakan pada mereka 'cobalah mengerti,jangan
hanya menghakimi,berkomunikasi dengan baik dan sesekali mengalah dengan
mencari solusi, bukan hanya menuntut solusi'. Namun nyatanya perkataan
hati itu selalu berbalik pada diriku sendiri,Ra.
Mungkin aku
terlalu bodoh,Ra. Terlalu mendramatisir keadaan, karena seiring
berjalannya waktu.... Aku menikmati hidup ini, sungguh Tuhan selalu
memberikan jalan terbaik untukku.. !!! Alhamdulillah hariku tak pernah
lepas dari rasa syukur.
Hariku padat terisi,Ra. Hingga aku tak
pernah memperdulikan kesehatan. Mungkin aku terlalu menikmati hidup,aku
sibuk,aku terlalu asyik dengan duniaku sendiri,Ra. Hingga suatu titik
teguran menyadarkanku...
'Materi memang penting,tapi dia bukan segalanya,,nyatanya kesehatanlah yang paling penting'. Kan ?
Berbicara tentang 'kesehatan' Ra, semua orang pasti ingin terhindar
dari berbagai macam penyakit. Aku yakin tidak seorang pun manusia di
dunia ini yang tidak sedih ketika ia diagnosa dokter sakit parah, ia
pasti sedikit lemah, bahkan ada yang putus asa, dan berbagai macam
penyesalan yang ia utarakan ketika ia jatuh sakit. Padahal bukankah
sakit itu penggugur dosa-dosa kita,Ra..?? Bukankah segala penyakit pasti
ada obatnya ?
Ra, ternyata rejeki itu bukan hanya materi ya..!!!
Diberi kesehatan itu luar biasa nikmatnya, dikirimkan orang-orang baik
disekeliling kita lengkaplah sudah. Alhamdulillah..rasa syukurku tiada
henti untuk sang pencipta.. I love Alloh♥♥
Senin, 22 Juni 2015
Menyulam Harapan, Mengubah Mindset
Entah mengapa kali ini aku setuju dengan pernyataan itu. darimana berasal ? Sedikit pun aku tak paham.
Berbicara tentang 'harapan' pasti tujuannya untuk kenyamanan dalam segala hal bukan ? 'Zona nyaman' mungkin tepatnya itu, tapi tanpa basa-basi aku bisa terlempar secara tiba-tiba dari zona itu... ahhhh membosankan sekali jika hal itu sudah menyapaku !
Keningku berkerut menatap rumus-rumus matematika yang berbaris indah di buku catatanku pagi ini, otakku berputar memikirkan tak terhingganya angka-angka yang sama sekali tidak ku mengerti. Aku berceloteh, mengapa pythagoras,trigonometri,integral dan teman-temannya harus dilahirkan ? Aaahhhh
"Hai,kamu...Ya kamu Deluna maju ke depan kerjakan soal pertama di papan tulis !" ujar Bu Hellena membangunkan lamunanku, beliau adalah guru matematika di sekolah baruku.
Bu Hellena mulai menatapku dengan serius.
"Tapi bu,sayaaa... saya belum selesai mengerjakannya, yang lain saja dulu" ucap ku dengan gemetar.
"Ha...ha...haaaa" seisi kelas menertawakanku, mentalku langsung down, wajahku memerah, kakiku terasa berat untuk melangkah, semangatku memadam seketika. Dengan rasa takut aku memberanikan diri maju ke depan.
"Teman-teman tolonglah aku dalam situasi ini" gumamku, sungguh tak pernah aku berpikir sejauh ini,sejauh aku terlempar dari kenyamanan belajar bersama guru matematika disekolah lamaku. Berubah 180 derajat, jika boleh mengucap sesal, mungkin aku akan bertahan disekolah lamaku, aku rindu belajar bersama Bu Kirana.. yang penuh lemah lembut,pengertian, sabar dan dengan cepatnya aku bisa menangkap materi dari yang beliau sampaikan.
Entahlah ada apa dengan sekarang ini,aku seperti tidak mengenal matematika,padahal dulu matematika adalah salah satu pelajaran favoritku.. Sepertinya guru berpengaruh pada pelajaran yang aku sukai,tapiii.... ahhhhhh mungkin aku belum bisa beradaptasi dengan beliau.
"Sudah bu" ujar ku sambil mengembalikan spidol hitamnya, lalu aku berjalan tertunduk menuju tempat dudukku.. entah benar atau tidak,aku tidak peduli. Yang jelas konyol sekali aku mengerjakannya dalam bayang-bayang celotehan hati..
"Belajar tidak semalam ? Masa soal begini saja tidak bisa?" Bentak Bu Hellena.
"Belajar bu,tapiiii...." aku terbata-bata, keringatku bercucuran, perasaanku tak karuan, jantungku berdetak sangat kencang. Ada sebuah ketakutan dalam diriku.
Beribu tanya memenuhi pikiranku. Pernahkah aku dibentak seperti ini ? "Bu Kirana aku rinduuuuuu, aku tidak mau berada disekolah ini,aku ingin kembali belajar matematika bersama ibu..." lagi-lagi aku bernostalgia di zona nyaman itu. Aku rasa lulutku sudah lemas ! Apakah aku sebodoh ini ? Tidakkk... Aku pasti bisa, mindset ku harus dirubah..!!!
Jika aku memandang diriku kecil, maka dunia akan tampak sempit, dan tindakan pun akan menjadi kerdil. Aku harus cepat bertindak, semua tergantung diriku sendiri. Apakah aku akan tetap dipermalukan seperti ini,atau melakukan hal yang memastikan, seperti ilmu pasti yang ada dihadapanku saat ini... Yaaa Tuhaaannnn, hentikan aku untuk mengeluh !
Hampir setiap malam aku bergadang, mempelajari rumus-rumus matematika yang kurasa sangat sulit. Tapi aku sadar ini bukan sekedar pembuktian pada diri sendiri juga mereka yang menertawakanku hari lalu dan bukan tentang reputasiku di sekolah. Ini untuk membuat bangga orang tuaku dan masa depanku nanti. Semangatku pun terpacu lagi,ketika nama orang tuaku melintas di benakku. Dan aku yakin aku 'bisa' dan 'Tekad'ku memuncak...
Tindakan ini memang cermin bagaimana aku melihat matematika. Sementara matematika itu tidak lebih luas dari pikiranku. Jika aku takut mengahadapi matematika berarti itu tandanya aku takut menghadapi diriku sendiri.
Dunia pun menampakan realitanya yang selama ini aku upayakan. Sungguh tak ada yang sia-sia bukan ? Nyatanya detik ini aku berhasil beradaptasi dengan bu Hellena, dengan matematikanya, juga dengan nilai-nilai yang memuaskan ! Alhamdulillah syukurku tak pernah ada batasnya....
'Sesuatu', hal apapun itu memang tergantung dari diri kita sendiri, mindset kita tentang suatu hal. Tidak ada yang tidak mungkin selama kita bersama niat yang baik,usaha dan tekad yang kuat disertai doa-doa,karena keajaiban doa memang benar adanya....
Aku Bersamamu
Ketika kamu bersama geng sweet angelmu menggebrak bangku adik kelas di SMP dulu-- dia sok kecantikan,katamu. Lalu kalian tertawa bahagia ketika disidang di BK-- Buat kenangan dimasa tua,kata kalian berpelukan.
Atau ketika kamu menangis sepanjang perjalanan dari tanah kelahiranmu menuju tanah perantauan. Kamu merasa segala kenangan menyudutkan memorimu. Kamu ingin pulang, kamu rindu orang-orang terdekatmu-- kamu rindu menjadi photografer amatiran karib kesayanganmu dan cinta monyetmu saat SMA di pantai loji pelabuhan ratu,waktu dulu.
Atau ketika kamu minggat dari rumah dengan alasan pergi kerumah guru
terdekatmu-- karena segala apa yang kamu mau tak dituruti orang tuamu.
Lalu kamu paham bahwa tak segala maumu itu kamu mampu. Tuhan lebih
tahu,dan orang tuamu adalah yang diamanati Tuhan untukmu. Lalu kamu
paham,tak ada yang mengerti kamu selayaknya mereka. Terlebih Tuhan yang
padaNya garismu tergenggam.
Atau ketika kamu menyapa didalam bayangan cermin itu sekarang. Memandangnya lebih lama. Lalu kamu haru, lalu kamu tersenyum bagimu itu senyum manis. Lalu kamu berbisik lirih padanya, kamu semakin dekat dengan senja, ya! Semoga kamu semakin dewasa. Tentang segala asamu itu, hanya letihmu yang mampu menjawabnya. Semoga Tuhan menciptakan terang disepanjang jalanmu. Aku bersamamu. Lalu butir bening itu menggenang di kedua matamu. Lalu membentuk garis panjang tanpa lurus di kedua pipimu. Lalu menyentuh senyum di bibirmu.
Atau ketika kamu menyapa didalam bayangan cermin itu sekarang. Memandangnya lebih lama. Lalu kamu haru, lalu kamu tersenyum bagimu itu senyum manis. Lalu kamu berbisik lirih padanya, kamu semakin dekat dengan senja, ya! Semoga kamu semakin dewasa. Tentang segala asamu itu, hanya letihmu yang mampu menjawabnya. Semoga Tuhan menciptakan terang disepanjang jalanmu. Aku bersamamu. Lalu butir bening itu menggenang di kedua matamu. Lalu membentuk garis panjang tanpa lurus di kedua pipimu. Lalu menyentuh senyum di bibirmu.
Jumat, 19 Juni 2015
Ketika Berbicara Perbedaan
Tuhan, bolehkah aku membeli waktu mereka 1 jam saja??? Hatiku mulai berceloteh di perjalanan pulang sekolah..
Lelucon ! Pikirku, aku ini bukan pengemis waktu... hahahaha mereka
sibuk dengan dunianya masing-masing. Dan aku juga bisa lebih sibuk dari
mereka 'kan?
Lalu aku pun mulai membelokan langkah kakiku untuk pergi ke taman sebelum pulang ke rumah.
Tiba disana,aku sedikit terkejut...
Aku pertama kalinya melihat sosok laki-laki yang terkenal tegas di
sekolah sedang tersedu dengan air mata yang menganak sungai di pipinya.
Terisak disebuah bangku taman tanpa mempedulikan keadaan sekitarnya.
Tidak peduli dengan gerimis yang mulai deras. Ia hanya menangis,
menangis menatap nanar bunga yang sedang bermekar indah di hadapannya...
Ada rasa penasaran yang menggebu dihatiku dan memaksa diri ini untuk membayar rasa penasaran itu. Sebuah rasa yang jarang sekali aku rasakan.. Aku mulai menggerakan kaki ini untuk mengikutinya ketika ia berjalan perlahan meninggalkan taman itu.
Rupanya dia mulai
curiga aku mengikutinya.. dia menoleh ke arahku. "Kirana? Sedang apa
kamu disini? " tanyanya dengan nada serius.
"Aku..aku hanya ingin
mengambil bunga ini untuk ibuku, hari ini dia ulang tahun" ucapku dengan
sedikit konyol memetik bunga-bunga ditaman yg telah basah terkena air
hujan.
Dengan mata sembab..dia menatapku penuh kesunyian.. dia mulai duduk kembali di ayunan dekat taman. "Aku rasa dia butuh teman" ucapku dalam hati.. dengan rasa malu aku mulai memberanikan diri duduk didekatnya.
Walau hatiku belum terlalu jauh untuk mengerti, namun hasrat ini menuntut untuk terus bisa melihat wajahnya, menarik dirinya dalam keterpurukan yang dalam. Yang aku lakukan hanyalah mendengarkan semua cerita pahitnya, memberikan masukan-masukan disaat yang tepat. Membumbuinya dengan sedikit candaan untuk memancing tawanya atau hanya sekedar senyumnya yang lama tak terlihat.
Disaat itu aku sadar, aku hanyalah seorang pengagum yang ditakdirkan Tuhan untuk mengenal dirinya di suatu senja yang kelabu. Sebetulnya aku membenci gagasan itu, membenci kenyataan mengagumi dalam diam hahahaha apalah-apalah pentingnya rasa ini.
Dia tersenyum padaku.. berterimakasih dan meminta aku untuk segera pulang ke rumah dengan diantarnya. Belum sempat aku menolaknya,dia memegang tanganku lalu membukakan pintu mobilnya, yang seakan memaksaku untuk segera mengakhiri curhatan yang sangat langka aku dengarkan dari seseorang yang tegar, yang baru saja aku kagumi...
Mulai dari situ,kita lebih dekat..dia mengisi hari-hariku penuh warna. Cinta kasih pun telah ia berikan dengan penuh kenyamanan.. Namun seiring berjalannya waktu,kenyataan berkata lain..satu hal yang menyadarkan ego ku yaitu "perbedaan"
Hari berlalu begitu cepat, kalender hitam putih pun menunjukan bulan tiga, yaitu bulan maret. Seperti aku yang bersaing ketat menuju dewasa, waktu mengikis usiaku...entah ada dibatas mana, sepenggala atau bahkan mendekati senja.
Album usam itu masih tergeletak diatas meja belajarku, seperti dulu sosok yang aku kagumi menatanya begitu sederhana.. secarik foto-foto kebersamaan yang mungkin menjadi kenangan terakhir.. karena aku tahu, aku dan dia tak akan pernah bersama.
Aku membohongi diriku sendiri, membakar hidup-hidup perasaan itu. Mengenyahkan secara paksa sebuah harapan yang telah tumbuh dan berkembang subur jauh di dalam hatiku. Aku sulit mengakuinya, bahkan saat aku ingin mempercayai perasaan cinta itu bisa ku rubah menjadi benci, justru semakin gencar aku sulit melupakannya.
Tapi disisi lain aku sadar. Kekuatan cinta satu sama lain pun tak akan ada artinya jika telah berbicara perbedaan "keyakinan". Semua telah Tuhan atur, mungkin kita sedang diuji bahwa cinta tak harus memiliki.
Bahkan dari situ aku mulai belajar ikhlas menerima,bahwa Tuhan memiliki rencana yang lebih indah daripada rencana umatnya, Tuhan selalu menggantikan dengan yang lebih indah dalam segala hal. Dan hal itu menyadarkanku bahwa manusia harus lebih mencintai PenciptaNya daripada ciptaanNya!
Putih Abu-abu
Hujan dipenghujung bulan Maret,membawaku pada tragedi hujan tangis kesal beberapa waktu lalu. Tragedi yang dihadiahkan rakyat SMA1le kepada Tian ratu kritikus kelas haha.. saat itu mata pelajaran Biologi, mendadak ulangan lisan yang pertanyaannya hanya tersudut pada ratu kritikus itu...desak semakin mendesak pertanyaannya, suara mulai mencekam,pipi mulai memerah dan tak terasa butir bening itu berlinang di kedua matanya... yeaahhh berhasil!!! Setelah dimusuhi satu kelas akhirnya dikasih bonus hujan air mata sama ibu guru cantik,Ibu Anne yang super kompak terimakasih hihi terkesan nggk berprikemanusiaan sih..tapi percayalah,Tian. Ini kekurangajaran yang istimewa di hari special mu..kan???
Ahh...aku jadi kangen masa-masa itu. Ingin menangis rasanya mengingat satu demi satu kenangan kita. Kalian ingat kan,kawan! Betapa lucu dan menjengkelkannya kisah cinta lokasi nova dan sandy?? Hari ini romantis,besoknya galau,lusanya berantem dan seterusnya..entahlah apa yang dirasa haha Semoga longlast ya kalian...!!!
Lain hal nya dengan kekompakan tomcat-tomcat sma1le: uji,intan,wiwit,caca,anon,mila dan mbu pembimbing marching band Ibu Ata yang super ABG cantik -- termasuk aku juga ikut-ikutan ya hihi rasanya ga kenal sedih kalo udah bersikap konyol bareng kalian, jerapah anon & caca semoga kalian ikhlas membagi tinggi kalian buat aku_karena dari dulu hingga sekarang aku hanya berharap badanku tinggi #udahgituaja wkwk
Fuji & mila..ku, semoga selalu diberi kemudahan menghadapi masalah-masalahnya yaaaa..meskipun jauh aku tetep setia menjadi pendengar terbaik buat kalian.. semangatttt terus cantik!
Intan & wiwit semoga nanti ketemu udah ga cengeng lagi yaaaa... masih terbayang intan nangis dari pintu gerbang SMA sampai warung sate urug dengan keadaan hujan deras,dan dengan nekatnya aku & yosi mengikutimu dari belakang..ahhh janganlah kamu sekesal itu lagi hihi wiwit juga,nangis hingga terpingkal-pingkal ga ada suaranya dengan mata bengkak memerah disudut toilet itu,yaampun...dasar bocah hahahahaa
Tapi selalu ada moment yang bikin jengkel yaaa... Tepat saat upacara bendera,aku jatuh pingsan,padahal dari rumah segar ceria, namun lambungku tidak bersahabat lagi. Dan lagi-lagi aku harus tertidur di uks tepat saat ulangan tengah semester dimulai,ulangan matematika susulan pun menanti. Tapi ibu guru cantik yang pengertian selalu sabar,padahal aku juga sudah bosan & sudah tidak mengerti dengan lambungku sendiri hehe Ibu Annie & Ibu Yeti...ahh terimakasih selalu ada disaat aku lemah.
Tapi dikelas juga aku pernah dikagetkan sama ibu guru cantik yang mau pingsan, Ibu winda saat ngajar sejarah waktu itu entah kenapa tiba-tiba menangis,aku bingung lalu memberanikan diri memegang tangan dan menanyakan kabar beliau, mukanya pucat,gemetar & tangannya dingin. "Kalo beneran pingsan. Andi,pampam & diki harus siap mengantar ke uks" pikirku panik hehe.. tapi bersyukur sekali,ibu winda kuat tidak pingsan di kelas, semoga seterusnya sehat selalu ya,bu!
Duhh,kangennya semakin menjadi-jadi nih, apalagi sama satu-satunya makhluk yang diidentifikasikan sebagai cowok tapi diragukan kejantanannya. Ups,keceplosan! Jangan marah ya ajay? Ajay yang peringkat satu nimbun sampah dikolong meja, disusul bapa diki peringkat kedua,dan om rempong rian peringkat ketiga, prestasinya juga nambah dengan buang sampah di koridor kelas lewat jendela dan tidak pernah nyentuh sapu seumur hidupnya di sma1le,iya kan? Om..om haha termasuk aku sih sedikit,soalnya sekalinya megang sapu dikata bentar lagi bakal turun hujan sama anak-anak seisi kelas_kan konyol haha seharusnya waktu itu kita mengajukan beasiswa kepada Bpk Drs.Encep/Bpk Ihsan yang akan ditembuskan ke Bpk.kepsek kita,Bpk Dadang atas prestasi yang membanggakan ini. Ahh ajay yang lelet maafkan aku buka rahasia,yang hobinya hanya mancing,yang ga pernah telat_padahal aku juga,setelah nulis ini aku block dulu contactnya ya soalnya pasti kena ocehan dia haha
Menyikapi rakyat sma1le yang ga mau piket, kita punya bu neni yang super sabar dan paling tabah merapikan kembali kelas yang berantakan gara-gara kita lari-larian,nyanyi-nyanyi main gitar di dalam kelas sama musisi diani&rian sikembar tapi beda haha, Tapi tak kalah konyol dengan anak cowok yang hobi maen kartu_musuhnya kimia nih fadzan,erwin,enjie,diki,afwan,agunk yang suka nyampah banget di kelas abis makan kuaci..haha
Kita kejar-kejaran,kepleset, ngakak, bangun, kejar-kejaran lagi,kepleset lagi,ngakak lagi. Kita capek,kita berpelukan, kelas jadi super berantakan dan kita masa bodoh. Bu neni ngelus dada, batinnya tersiksa "anak-anak durhaka!! Kok nasibku kayak bawang putih,ya??" Tapi bu neni ga sendirian, dia punya grup ikhlas nyapu..yang tentunya dipelopori oleh rakyat sma1le yang baik,sopan,dan tidak pernah ketinggalan gosip hot.
Ngomingin masalah gosip,siapa yang ga tahu ketelmian si macan. Macan yang melegenda,ratu telmi yang melebihi aku haha bikin gereget,bisa-bisanya dia nanyain si "A" padahal kita sudah sampai si "Z"?? Ah si telmi macan,semoga sekarang ga telmi lagi.Hehe
Lain macan,lain lagi caca dong?? Segenap jiwa dan raga rakyat sma1le telah mengakui kehebatan dongeng si caca. Tapi setelah mendengarkan dongengnya kita akan berbisik-bisik disuatu tempat tersembunyi "bohong tuh bohong...nggk usah dipercaya" dan keesokan harinya kita akan bertopang dagu kembali menjadi pendengar setianya caca. Mengangguk-angguk dengan serius disetiap ceritanya. Lalu bubar,lalu berbisik-bisik lagi. Begitu seterusnya hingga tamat sekolah.
Tanganku mulai keriting nulis kenangan kita,nih. Saking banyaknya dan semua sangat indah. Kerakusan kita yang dikit-dikit ngadain makan, kerja dikit maunya makan, mikir dikit maunya makan,dan setelah kenyang kelakuan dede rian,denis,dean,fadzan,diki,pampam, enjie yaaaa "SMP"(sudah makan pulang) hihi
Hei kawan,masih ingat konflik blok IPA vs IPS tidak? Haha kita nggk saling sapa,ketemu mlengos,saling sindir,saling ngejudge, aku sendirian lhoooo di sindirin mulu dikelas waktu itu karena aku suka gabung sama anak ips, sumpah ga betah tersiksa sebenernya. Tapi daripada kita disidang di ruang BK,dan lagi-lagi pasti disangka aku yang ngadu sama guru BK atas dasar aku dekat dengan guru BK-nya. yaudah aku tiap hari ngalah,makan hati,jenuh banget dikelas kayak di neraka haha_sedikit lebay. Tapi seiring berjalannya waktu aku paham,mengerti kalo kalian syiriikkk aku gabung sana-sini hihi "kepedean" sadar kok kita waktu itu hanya menghitung hari di masa putih abu-abu dan kalian gamau ngelewatin sisa waktu itu sama-sama. AKhirnya kita tobat sama-sama, kompak ceria pelukan lagi..ahh manisnya persahabatan.
Kekompakan kita sudah pasti teruji secara klinis dan dermatologi,kan?? Juga semakin meyakinkan ketika kelas kita yang aktif mengikuti lomba-lomba dan selalu berprestasi, kelas kita juga paling dominan aktif di organisasi osis,mpk,pramuka, pmr,teater,paskibra,dan eskul lainnya_mulai sombong' hihi
Dikelas kita ada 4 sejoli atlet voly_termasuk aku kan haha dean,denis,rian,andi yang sok perfect,sok bersih,sok kecakepan haha tapi sampai sekarang katanya masih mencari jati diri, semoga nanti ketemu kalian sudah tidak bertingkah gila lagi ya hihi
Kalian inget ga kita pernah bikin film yang didukung terus sama Ibu Nani cantik waktu itu?? Aku minta file nya ya kalo ada ditunggu hihi *sedikit menyimpang dari pembahasan yaaa-_-Hihi kalian inget ga waktu kita bikin nasi kuning di acara maulid nabi terus makan bareng sama ibu walikelas cantik,ibu Ida,dikelas XII.Ipa tercinta({})…
Kalian juga inget kan waktu acara pramuka disekolah bareng ibu pembimbing cantik,ibu Endah.. kita kompakan bohongin orang tua demi dikasih ijin buat ikutan acara pramuka itu ?? Hihi Ahh pokoknya kalian pasti akan rindu aku hahahaa
Tanganku sudah benar-benar keriting,nih! Tapi kenangan kita terlalu banyak. Kata-kata tak akan pernah cukup untuk merangkainya,biarkan saja selalu terlintas dalam ingatan untuk membuat kita senyum-senyum sendiri ketika mengingatnya. Huhuhu Salam hangat untuk keluarga besar sma1le yang tidak bisa di sebutkan satu persatu_banyak sekali,kalo disebutkan satu persatu ga akan kelar-kelar nih cerita selingan hehe.
Langganan:
Postingan (Atom)



