Senin, 22 Juni 2015

Aku Bersamamu



Ketika kamu bersama geng sweet angelmu menggebrak bangku adik kelas di SMP dulu-- dia sok kecantikan,katamu. Lalu kalian tertawa bahagia ketika disidang di BK-- Buat kenangan dimasa tua,kata kalian berpelukan.

Atau ketika kamu menangis sepanjang perjalanan dari tanah kelahiranmu menuju tanah perantauan. Kamu merasa segala kenangan menyudutkan memorimu. Kamu ingin pulang, kamu rindu orang-orang terdekatmu-- kamu rindu menjadi photografer amatiran karib kesayanganmu dan cinta monyetmu saat SMA di pantai loji pelabuhan ratu,waktu dulu.

Atau ketika kamu minggat dari rumah dengan alasan pergi kerumah guru terdekatmu-- karena segala apa yang kamu mau tak dituruti orang tuamu. Lalu kamu paham bahwa tak segala maumu itu kamu mampu. Tuhan lebih tahu,dan orang tuamu adalah yang diamanati Tuhan untukmu. Lalu kamu paham,tak ada yang mengerti kamu selayaknya mereka. Terlebih Tuhan yang padaNya garismu tergenggam.

Atau ketika kamu menyapa didalam bayangan cermin itu sekarang. Memandangnya lebih lama. Lalu kamu haru, lalu kamu tersenyum bagimu itu senyum manis. Lalu kamu berbisik lirih padanya, kamu semakin dekat dengan senja, ya! Semoga kamu semakin dewasa. Tentang segala asamu itu, hanya letihmu yang mampu menjawabnya. Semoga Tuhan menciptakan terang disepanjang jalanmu. Aku bersamamu. Lalu butir bening itu menggenang di kedua matamu. Lalu membentuk garis panjang tanpa lurus di kedua pipimu. Lalu menyentuh senyum di bibirmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar