Senin, 22 Juni 2015

Menyulam Harapan, Mengubah Mindset



Entah mengapa kali ini aku setuju dengan pernyataan itu. darimana berasal ? Sedikit pun aku tak paham.
Berbicara tentang 'harapan' pasti tujuannya untuk kenyamanan dalam segala hal bukan ? 'Zona nyaman' mungkin tepatnya itu, tapi tanpa basa-basi aku bisa terlempar secara tiba-tiba dari zona itu... ahhhh membosankan sekali jika hal itu sudah menyapaku !

Keningku berkerut menatap rumus-rumus matematika yang berbaris indah di buku catatanku pagi ini, otakku berputar memikirkan tak terhingganya angka-angka yang sama sekali tidak ku mengerti. Aku berceloteh, mengapa pythagoras,trigonometri,integral dan teman-temannya harus dilahirkan ? Aaahhhh

"Hai,kamu...Ya kamu Deluna maju ke depan kerjakan soal pertama di papan tulis !" ujar Bu Hellena membangunkan lamunanku, beliau adalah guru matematika di sekolah baruku.
Bu Hellena mulai menatapku dengan serius.
"Tapi bu,sayaaa... saya belum selesai mengerjakannya, yang lain saja dulu" ucap ku dengan gemetar.
"Ha...ha...haaaa" seisi kelas menertawakanku, mentalku langsung down, wajahku memerah, kakiku terasa berat untuk melangkah, semangatku memadam seketika. Dengan rasa takut aku memberanikan diri maju ke depan.
"Teman-teman tolonglah aku dalam situasi ini" gumamku, sungguh tak pernah aku berpikir sejauh ini,sejauh aku terlempar dari kenyamanan belajar bersama guru matematika disekolah lamaku. Berubah 180 derajat, jika boleh mengucap sesal, mungkin aku akan bertahan disekolah lamaku, aku rindu belajar bersama Bu Kirana.. yang penuh lemah lembut,pengertian, sabar dan dengan cepatnya aku bisa menangkap materi dari yang beliau sampaikan.

Entahlah ada apa dengan sekarang ini,aku seperti tidak mengenal matematika,padahal dulu matematika adalah salah satu pelajaran favoritku.. Sepertinya guru berpengaruh pada pelajaran yang aku sukai,tapiii.... ahhhhhh mungkin aku belum bisa beradaptasi dengan beliau.
"Sudah bu" ujar ku sambil mengembalikan spidol hitamnya, lalu aku berjalan tertunduk menuju tempat dudukku.. entah benar atau tidak,aku tidak peduli. Yang jelas konyol sekali aku mengerjakannya dalam bayang-bayang celotehan hati..
"Belajar tidak semalam ? Masa soal begini saja tidak bisa?" Bentak Bu Hellena.
"Belajar bu,tapiiii...." aku terbata-bata, keringatku bercucuran, perasaanku tak karuan, jantungku berdetak sangat kencang. Ada sebuah ketakutan dalam diriku.

Beribu tanya memenuhi pikiranku. Pernahkah aku dibentak seperti ini ? "Bu Kirana aku rinduuuuuu, aku tidak mau berada disekolah ini,aku ingin kembali belajar matematika bersama ibu..." lagi-lagi aku bernostalgia di zona nyaman itu. Aku rasa lulutku sudah lemas ! Apakah aku sebodoh ini ? Tidakkk... Aku pasti bisa, mindset ku harus dirubah..!!!

Jika aku memandang diriku kecil, maka dunia akan tampak sempit, dan tindakan pun akan menjadi kerdil. Aku harus cepat bertindak, semua tergantung diriku sendiri. Apakah aku akan tetap dipermalukan seperti ini,atau melakukan hal yang memastikan, seperti ilmu pasti yang ada dihadapanku saat ini... Yaaa Tuhaaannnn, hentikan aku untuk mengeluh !

Hampir setiap malam aku bergadang, mempelajari rumus-rumus matematika yang kurasa sangat sulit. Tapi aku sadar ini bukan sekedar pembuktian pada diri sendiri juga mereka yang menertawakanku hari lalu dan bukan tentang reputasiku di sekolah. Ini untuk membuat bangga orang tuaku dan masa depanku nanti. Semangatku pun terpacu lagi,ketika nama orang tuaku melintas di benakku. Dan aku yakin aku 'bisa' dan 'Tekad'ku memuncak...

Tindakan ini memang cermin bagaimana aku melihat matematika. Sementara matematika itu tidak lebih luas dari pikiranku. Jika aku takut mengahadapi matematika berarti itu tandanya aku takut menghadapi diriku sendiri.

Dunia pun menampakan realitanya yang selama ini aku upayakan. Sungguh tak ada yang sia-sia bukan ? Nyatanya detik ini aku berhasil beradaptasi dengan bu Hellena, dengan matematikanya, juga dengan nilai-nilai yang memuaskan ! Alhamdulillah syukurku tak pernah ada batasnya....
'Sesuatu', hal apapun itu memang tergantung dari diri kita sendiri, mindset kita tentang suatu hal. Tidak ada yang tidak mungkin selama kita bersama niat yang baik,usaha dan tekad yang kuat disertai doa-doa,karena keajaiban doa memang benar adanya....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar